BREAKING NEWS

Watsapp

Wednesday, December 17, 2025

*📄Perbedaan Janda & parawan*


*📄Perbedaan Janda & parawan* 

Janda adalah seorang wanita yg hilang keprawannya dgn dzakar yg asli walaupun itu dzakarnya monyet 🐒 

والثيب من زالت بكارتها بوطء) أي في قبلها ولو من نحو قرد

📔`حاشية البيجوري`

Sehingga walinya tidak punya hak paksa unt menikahkan 

Perawan adalah wanita yg masih utuh keprawannya atau hilang keprawannya dgn jari2/terong 🍆

وخرج بثيب بوطء مزالة البكارة بنحو إصبع فحكمها حكم البكر في الاكتفاء بالسكوت بعد الاستئذان

فيزوجان أي الأب والجد حيث لا عداوة ظاهرة بكرا أو ثيبا بلا وطئ لمن زالت بكارتها بنحو إصبع بغير إذنها فلا يشترط الإذن منها بالغة كانت أو غير بالغة لكمال شفقته 

فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين ١/‏٤٦٦ — زين الدين المعبري (ت ٩٨٧)

 (bukan dgn dzakar asli)

---

Berikut ini 

Terjemahan:

> “Wanita yang keluar dari status perawan karena sebab selain jima‘ (hubungan suami-istri), seperti hilangnya keperawanan karena luka atau sebab seukuran jari, maka hukumnya tetap seperti gadis (perawan), yaitu cukup dengan diamnya setelah dimintai izin.”

> “Maka boleh menikahkan (wanita tersebut) oleh dua orang wali, yaitu ayah dan kakek, selama tidak ada permusuhan yang nyata. Baik ia masih perawan atau sudah tidak perawan tetapi belum pernah digauli (jima‘), yaitu wanita yang hilang keperawanannya karena sebab seperti seukuran jari. Dalam hal ini, ia boleh dinikahkan tanpa izinnya, baik ia sudah baligh maupun belum baligh, karena sempurnanya kasih sayang (wali tersebut.

Monday, December 8, 2025

DOSA ORANG TUA YANG MEMBIARKAN ANAKNYA TANPA PENDIDIKAN

 *MUTIARA PAGI*


_*Dosa Orangtua yang Membiarkan Anaknya tanpa Pendidikan*_


Dari _Ibnu Umar_ RAbl bahwa Rasulullah SAW bersabda :

وإن لولدك عليك حقًّا

_*Dan sesungguhnya anakmu memiliki hak darimu.*_

(HR Bukhari 1976; Muslim 1159)


Imam _Ghazali_ menulis :

اعلم أن الطريق في رياضة الصبيان من أهم الأمور وأوكدها والصبيان أمانة عند والديه وقلبه الطاهر جوهرة نفيسة ساذجة خالية عن كل نقش وصورة وهو قابل لكل ما نقش ومائل إلى كل ما يمال به إليه 

فإن عود الخير وعلمه نشأ عليه وسعد في الدنيا والآخرة وشاركه في ثوابه أبوه وكل معلم له ومؤدب وإن عود الشر وأهمل إهمال البهائم شقي وهلك وكان الوزر في رقبة القيم عليه والوالي له

_*Perlu anda tahu, cara mendidik anak termasuk masalah yang paling penting dan krusial. Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hati mereka suci, mutiara berharga, bersih dari segala cetakan dan warna. Hati anak-anak menerima setiap pembentukan karakter dan cenderung pada binaan yang diberikan kepada mereka.*_

_*Jika orang tua membiasakan dan mengajarkan kebaikan, maka anak akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah orang tuanya di dunia dan akhirat. Ia pun akan mendapat pahala dari amal saleh yang dilakukan anaknya (tanpa mengurangi hak pahala anak). Demikian juga berlaku bagi setiap guru dan pendidik. Jika ia membiasakan keburukan dan membiarkan anaknya seperti membiarkan hewan peliharaan, maka ia akan celaka dan binasa. Sementara dosanya juga ditanggung oleh yang mengurus dan mengasuhnya.*_

(Imam Ghazali, _Ihya Ulumiddin_,  Juz 3 hal. 77).

Sunday, December 7, 2025

KIAT ANAK SUKSES


*MUTIARA PAGI*

_*Ingin Anak Sukses? Bersikaplah Dermawan kepada Ulama*_


Seorang penyair Arab :

رَأَيْت أَحَقَّ الْحَقِّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ # وَأَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلِّ مُسْلِمِ  

لَقَدْ حَقَّ أَنْ يُهْدَى إلَيْهِ كَرَامَةً # لِتَعْلِيمِ حَرْفٍ وَاحِدٍ أَلْفُ دِرْهَمِ 

_*Tidak ada penghargaan yang wajib diberikan melebihi penghargaan kepada seorang guru (agama). Ini wajib dilestarikan oleh semua umat Islam. Sungguh pantas bila beliau diberi sebuah penghormatan, untuk mengajar satu huruf (al-Qur'an) sepadan dengan seribu dirham.*_

(Muhammad Abu Said al-Khadimi, _Bariqah Mahmudiyah_ , Juz 5 hal. 185).


Syeikh _Burhanuddin az-Zarnuji,_ menuis : 

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُوْنَ اِبْنُهُ عَالِمًا يَنْبَغِي أَنْ يُرَاعِي الْغُرَبَاءَ مِنَ الْفُقَهَاءِ وَيُكْرِمُهُمْ وَيُعَظِّمُهُمْ وَيُعْطِيْهِمْ شَيْئًا فَاِنْ لَمْ يَكُنْ اِبْنُهُ عَالِمًا يَكُوْنُ حَافِدُهُ عَالِمًا 


_*Siapa saja yang menghendaki anaknya menjadi orang yang pintar, maka hendaklah ia menghormati para ulama, dengan cara memuliakan, mengagungkan, dan memberi mereka penghargaan (dari hartanya). Jika anaknya tidak menjadi orang berilmu, maka cucunya yang akan menjadi orang yang pintar.*_

(Syeikh az-Zarnuji, _Ta’lim al-Muta’allim_, hal. 55).


Di halaman lain, beliau menceritakan :

 قِيْلَ لِعَالِمٍ : بِمَ أَدْرَكْتَ الْعِلْمَ؟ بِأَبٍ غَنِيٍ. لِأَنَّهُ كَانَ يَصْطَنِعُ بِهِ أَهْلَ الْعِلْمِ وَالْفَضْلِ فَاِنَّهُ سَبَبُ زِيَادَةِ الْعِلْمِ لِأَنَّهُ شُكْرٌ عَلَى نِعْمَةِ الْعَقْلِ وَالْعِلْمِ


_Pernah ditanyakan kepada seseorang yang sangat alim : *Dengan apa engkau mendapatkan ilmu?’*_

(beliau menjawab) : _*Dengan ayah yang kaya. Ayah berbuat baik dengan hartanya kepada orang² yang alim dan mulia. Sebab, hal itu menjadi penyebab bertambahnya ilmuku, dimana telah mensyukuri & menghargai nikmatnya akal dan ilmu.*_

(Az-Zarnuji, _Ta’lim al-Muta’allim,_ hal. 99).

 
Copyright © 2014 anzaaypisan. Designed by OddThemes