BREAKING NEWS

Watsapp

Showing posts with label FIQIH ZAKAT. Show all posts
Showing posts with label FIQIH ZAKAT. Show all posts

Monday, March 16, 2026

HUKUM MEMBAYAR ZAKAT FITRI MELALUI APLIKASI

 

*Hukum membayar Zakat Fitri Melalui Aplikasi*

Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan keagamaan, termasuk praktik penunaian zakat fitrah. 

Jika pada masa lalu masyarakat menjelang Idulfitri identik dengan membawa beras ke masjid atau musala, kini kewajiban tersebut dapat ditunaikan melalui aplikasi digital. Dengan beberapa langkah sederhana melalui gawai, zakat fitrah dapat dibayarkan tanpa kehadiran fisik.   


Dalam praktiknya, sejumlah platform digital yang dikelola lembaga resmi telah menyediakan sistem pembayaran zakat yang terstruktur. Salah satunya adalah NU Online melalui lembaga amil zakat NU Care-LAZISNU. 


Melalui sistem ini, muzakki tidak lagi dibebani perhitungan teknis terkait takaran dan harga beras di pasaran. Aplikasi telah menyediakan fitur perhitungan otomatis berdasarkan standar harga beras terkini.   Muzakki cukup memilih menu zakat fitrah, memasukkan jumlah jiwa yang dizakati, kemudian sistem akan mengonversinya ke dalam nominal uang yang setara. 


Pembayaran selanjutnya dilakukan melalui berbagai kanal nontunai, seperti transfer bank atau dompet digital. 


Mekanisme ini menawarkan kemudahan, efisiensi waktu, serta transparansi pengelolaan dana.


Perkembangan ini membuka diskursus baru terkait fiqih zakat. 

Apakah sistem pembayaran zakat melalui aplikasi hukumnya sah? Tulisan ini hadir untuk mengurai sistem pembayaran zakat fitrah tersebut secara komprehensif.   


Pembayaran zakat melalui aplikasi sejatinya bentuk mewakilkan zakat. Aplikasi yang dikelola oleh lembaga amil zakat bertindak sebagai wakil yang menerima amanah dari pemberi zakat (muzakki) untuk menyalurkan zakat tersebut kepada yang berhak (mustahik).   


Dalam konteks ini, keabsahan zakat bergantung pada terpenuhinya niat pada saat penyerahan zakat kepada wakil. 


Niat tersebut dapat dilakukan ketika proses pembayaran berlangsung, baik saat menekan tombol pembayaran maupun ketika dana ditransfer. 

Ketentuan ini ditegaskan oleh Syekh Mahfudz Termas dalam Hasyiah at-Tasmasi: 


 الْحَاصِلُ أَنَّهُ يَجُوزُ تَقْدِيمُ النِّيَّةِ عِنْدَ إقْرَارِ الزَّكَاةِ أَوْ مَعَهُ أَوْ عِنْدَ إعْطَائِهَا الْوَكِيلَ أَوْ عِنْدَ تَفْرِيقِهِ


Artinya, “Kesimpulannya niat boleh dilakukan saat menetapkan kewajiban zakat, atau bersamaan dengannya, atau saat menyerahkan zakat kepada wakil, atau memisahnya,” (Syekh Mahfudz Termas, Hasyiah at-Tasmasi, [Jeddah, Darul Minhaj: 2021], jilid V, halaman 31).   


Praktik zakat melalui aplikasi secara otomatis menggunakan instrumen uang, bukan beras secara fisik di tangan muzakki. Meskipun mayoritas ulama Syafi’iyah mewajibkan zakat fitrah dengan makanan pokok, namun masyarakat tetap boleh membayar dengan uang. 


Hal ini merujuk keputusan Bahtsul Masa-il LBM-PBNU di Jakarta, 18 Mei 2020 tentang pembayaran zakat fitrah dengan uang. Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa masyarakat diperbolehkan membayar zakat fitrah dengan uang sesuai harga beras 2,7 kg atau 3,5 liter atau 2,5 kg sesuai kualitas beras yang layak dikonsumsi oleh masyarakat setempat.   


Dalam hal ini masyarakat boleh mengikuti pendapat ulama dalam madzhab Maliki yang memperbolehkan pembayar zakat fitrah dengan uang. Di dalam madzhab Maliki, timbangan sha’nya memiliki bobot yang sama dengan madzhab Syafi’i. Pendapat tersebut merujuk kepada penjelasan Syekh Ibnu Qasim dalam kitab al-Taj wa al-Iklil li Mukhtashar Khalil berikut:


 ومن المدونة قال مالك: لا يجزئه أن يدفع في الفطرة ثمنا. وروى عيسى عن الن القاسم: فإن فعله أجرأه


Artinya, “Di dalam kitab al-Mudawwanah, Imam Malik berkata: ‘Tidaklah cukup bagi seseorang yang membayar zakat fitrahnya dengan bentuk uang’. Syekh Isa meriwayatkan dari imam Ibnu Qasim yang berakat: ‘Jika seseorang membeyar zakat fitrah dengan uang, maka hal itu sudah dianggap cukup (sah).’” (Muhammad bin Yusuf al-‘Abdari, al-Taj wa al-Iklil li Mukhtashar, [Beirut, Darul Fikr: 1398], jilid II, halaman 366).   


Kebolehan untuk berpindah (taqlid) ke pendapat mazhab lain dalam hal zakat dengan uang ini juga dijelaskan oleh Sayyid ‘Alawi bin Sayyid Ahmad as-Saqqaf:   


قَاعِدَةٌ: لَا يَجُوزُ فِي مَذْهَبِ الْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى إِخْرَاجُ الْعَرَضِ عَنِ الْقِيمَةِ، فَمَنْ أَرَادَ إِخْرَاجَهَا عَنْهَا فَلَهُ تَقْلِيدُ غَيْرِهِ مِمَّنْ يَرَى الْجَوَازَ كَمَا أَفْتَى ابْنُ حَجَرٍ وَغَيْرُهُ بِجَوَازِ التَّقْلِيدِ فِي ذَلِكَ


Artinya: “Di dalam mazhab Imam As-Syafi’i RA tidak diperbolehkan membayar zakat dengan barang lain atas nama harga barter (dari benda yang ditentukan dalam teknik pembayaran zakat). Siapa saja yang ingin menunaikan zakat dengan cara yang tidak dibenarkan dalam pandangan mazhab Syafi’i RA ini dipersilakan untuk bertaqlīd kepada ulama dari mazhab lain yang membolehkannya sebagaimana yang difatwakan oleh Syekh Ibnu Hajar dan imam lainnya tentang kebolehan bertaqlīd dalam persoalan tersebut.” (as-Sayyid ‘Alawi Ibn as-Sayyid Ahmad as-Saqqaf, Tarsyih al-Mustafidin, [Mesir, Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah: t.t.] halaman 154).   


Karakteristik lain dari zakat melalui aplikasi adalah penyalurannya yang sering kali di luar daerah muzakki. Misalnya, muzakki berada di Jakarta, namun zakatnya disalurkan ke daerah di pelosok atau tempat tertentu yang lebih membutuhkan.    


Dalam fiqih klasik, terjadi perbedaan pendapat mengenai memindahkan zakat dari tempat muzakki berada (naqlu zakat). Meskipun pendapat yang kuat (adzhar) dalam mazhab Syafi'i cenderung melarang pemindahan zakat selama masih ada mustahik di daerah tersebut, namun terdapat pendapat kedua yang membolehkannya. 

Pendapat ini sering diambil oleh lembaga zakat nasional agar distribusi keadilan sosial dapat merata ke daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan.   


Syekh Ahmad Salamah al-Qulyubi menjelaskan hal ini sebagai berikut:


وَالْأَظْهَرُ مَنْعُ نَقْلِ الزَّكَاةِ:  مِنْ بَلَدِ الْوُجُوبِ مَعَ وُجُودِ الْمُسْتَحِقِّينَ فِيهِ إلَى بَلَدٍ آخَرَ فِيهِ الْمُسْتَحِقُّونَ .... (وَلَوْ عُدِمَ الْأَصْنَافُ فِي الْبَلَدِ وَوَجَبَ النَّقْلُ) إلَى أَقْرَبِ الْبِلَادِ إلَيْهِ ..... (وَالثَّانِي يَجُوزُ النَّقْلُ وَتُجْزِئُ) وَاخْتَارَهُ جَمَاعَةٌ مِنْ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ كَابْنِ الصَّلَاحِ وَابْنِ الْفَرْكَاحِ وَغَيْرِهِمْ   


Artinya, “Menurut qoul adzhar tidak boleh memindah zakat dari tempat diwajibkannya mengeluarkan zakat ketika masih ada orang-orang yang berhak menerima zakat, dipindah ke daerah lain yang juga ada orang-orang yang berhak menerimanya. Jika di suatu daerah tidak ditemukan golongan penerima zakat, maka wajib memindahkan zakat ke daerah terdekat. Sedangkan menurut pendapat yang kedua boleh memindah zakat dan sudah dianggap mencukupi karena berdasarkan kemutlakan firman Allah.

Pendapat kedua ini telah dipilih oleh segolongan ulama' dari ashab imam Syafi'I, seperti Ibnu Shalah, Ibnu Al-Farkah dan ulama' yang lainnya.” (Ahmad Salamah al-Qulyubi, Hasyiah al-Qulyubi, [Beirut, Darul Fikr: 1995], jilid III, halaman 204).   


Dengan demikian, pembayaran zakat fitrah melalui aplikasi yang dikelola lembaga resmi hukumnya sah secara syariat. Praktik zakat fitrah melalui aplikasi dapat dipahami sebagai bentuk adaptasi fiqih yang tetap berpijak pada prinsip-prinsip syariat tanpa mengabaikan kebutuhan zaman. Waallahu a’lam.

Tuesday, March 10, 2026

*📄UKURAN ZAKAT FITRAH DENGAN BERAS* Sebenarnya berapa

 


*📄UKURAN ZAKAT FITRAH DENGAN BERAS*


Sebenarnya berapa ukuran zakat fitrah dengan beras yang wajib dikeluarkan ? 


📚Jawaban :

Ukuran yang wajib dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah ukuran 1 sha' (4 mod). Dalam menggantikan ukuran mod ke kilo gram, para ulama berbeda pendapat, diantaranya sebagai berikut :

* Dalam kitab al-fiqhu al-manhaji & kitab al-tahdziib : 1 mod kurang lebih 6 ons x 4 = 2,4 kg. 

* Dalam kitab mukhtashar tasyyidul bunyan : 1 mod kurang lebih 6,24 ons x 4 = 2,5 kg

* Dalam kitab al-taqriratus sadidah & ghayah al-muna : 1 mod kurang lebih 6,875 ons x 4 = 2,75 kg

* Dalam kitab Fathu al-qadir & al-fiqhu al-islami : 1 mod kurang lebih 7 ons x 4 = 2,8 kg

* Pendapat ikhtiyat ( yang lebih berhati-hati ) di dalam kitab al-taqriratus sadidah : 1 mod kurang lebih 7,5 ons x 4 = 3 kg


📔RUJUKAN :


📔كفاية الأخيار  في حل غاية الإختصار - ص ١٩٧

 وَالِاعْتِبَار فِي الصَّاع بِالْكَيْلِ وَإِنَّمَا قدر الْعلمَاء الصَّاع بِالْوَزْنِ استظهارًا قَالَ النَّوَوِيّ قد يسْتَشْكل ضبط الصَّاع بالأرطال فَإِن الصَّاع الْمخْرج بِهِ فِي زَمَنه  مكيال مَعْرُوف وَيخْتَلف قدره وزنا باخْتلَاف جنس مَا يخرج كالذرة والحمص وَغَيرهمَا فَالصَّوَاب الِاعْتِمَاد على الْكَيْل دون الْوَزْن فَالْوَاجِب أَن يخرج بِصَاع معاير بالصاع الَّذِي كَانَ يخرج بِهِ فِي من رَسُول الله ﷺ فَمن لم يجد وَجب عَلَيْهِ أَن يخرج قدرا يتَيَقَّن أَنه لَا ينقص عَنهُ وعَلى هَذَا فالتقدير بِخَمْسَة أَرْطَال وَثلث تقريب وَقَالَ جمَاعَة من الْعلمَاء إِنَّه قدر أَربع حفنات بكفي رجل معتدل الْكَفَّيْنِ وَالله أعلم


📔الفقه المنهجي على مذهب الإمام الشافعي - ج ١ - ص ٢٣٠

والصاع الذي كان يستعمله رسول الله - ﷺ - إنما هو عبارة عن أربعة أمداد، أي حفنات، وهذه الحفنات الأربع مقدرة بثلاثة ألتار كيلًا، وتساوي بالوزن (٢٤٠٠) غرامًا تقريبًا

📔التهذيب في أدلة متن الغاية والتقريب - ص ١٠٠

وقدره خمسة أرطال وثلث بالعراقي *(٢)*

____


*(٢)* وتساوي بالوزن ٢٤٠٠ غراما تقريبا

📔مختصر تشييد البنيان ص ٢٠٥

وتجب زكاة الفطرة صاعًا برًا أم شعيرًا أو مسيبليًا أم كنيا أم دخنًا أصفر كما اعتمدوه في الجهة بل يجوز من كل حب وجبت فيه الزكاة والصاع أربعة أمداد والمد ثمانية عشر أوقية عن رطل ونصف في جهتنا في حضر موت الداخل سابقًا أما اليوم فالرطل موحد وهو ستة عشر أوقية في كامل المنطقة (اثنان كيلو ونصف تقريبًا).

📔تقريرات السديدة، ج ٦ ص ٤١٩

الواجب فيها صاع عن كل شخص (١) أي أربعة أمداد بمد النبي صلى الله عليه وسلم وهو ما يساوي حاليا ٢٫٧٥ كيلو تقريبًا (٢) ١٠٠. 

وإذا لم يقدر على الصاع وقدر على بعضه وجب لأن الميسور لا يسقط بالمعسور (٢) وبعضهم يقول ثلاث كيلوات تقريبًا فالأفضل الاحتياط.


📔فتح القدير ص ٢٠

ساتو نصاب براس فوتيه : 2719,19 غرام

📔وهبة الزحيلي، الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي - ج ١ - ص ١٤٢

الصاع الشرعي أو البغدادي: (4) أمداد (1/3 و5) رطل، أي أربع حفنات كبار. وزنه: (7.685) درهما أو (75.2) لترًا أو (2176) غم وهو رأي الشافعي وفقهاء الحجاز والصاحبين باعتبار أن المد: رطل وثلث بالعراقي، وعند أبي حنيفة وفقهاء العراق: ثمانية أرطال باعتبار أن المد رطلان، فيكون (3800 غم). وفي تقدير آخر هو الشائع أن الصاع (2751 غم). قال النووي: الأصح أن الصاع ستمائة وخمسة وثمانون درهما وخمسة أسباع درهم، والرطل مئة وثمانية وعشرون درهما وأربعة أسباع درهم. والعبرة بالصاع النبوي إن وجد أو معيارِه، فإن فقد أخرج مزكي الفطرة قدرًا يتيقن أنه لا ينقص عن صاع. والصاع بالكيل المصري: قدحان.


📔غاية المنى شرح سفينة النجا ص ٥٤٩ مكتبة تريم الحديثة

وقدر زكاة الفطر صاع لحديث ابن عمر المتقدم، والصاع أربعة أمداد نبوية، ومقداره وزنًا بالأوزان الحالية ثلاثة كيلو غرام إلا ربعًا من غالب قوت المؤدي عنه، وقيل من قوت نفسه. اهـ

📔سعيد باعشن، شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم، صفحة ٥١٧

وإن قدر على بعضه (أي: الصاع) فقط .. أخرجه (أي: البعض وجوبًا) إذ الميسور لا يسقط بالمعسور، ومحافظة على الوجوب ما أمكن.


@⁨semua⁩ mungkin ada yang mau ditanggapi

Sunday, June 16, 2024

MEMINDAH ZAKAT

 

MEMINDAH ZAKAT 


Deskripsi Masalah :

Dalam kitab fikih dijelaskan bahwa memindah zakat (naqluz-zakâh) ke tempat lain tidak diperbolehkan.


Pertanyaan :

Sampai manakah batas orang dianggap naqluz-zakâh (memindah zakat)?


Jawaban :

Batasannya adalah tempat yang sudah diperbolehkan mengqashar salat.


Referensi :

(حاشية الشرقاوي, 1/393)

وَلاَ يَجُوْزُ لِلْمَالِكِ وَلَوْ بِنَائِبِهِ نَقْلُهَا اَيْ الزَّكَاةِ لِبَلَدٍ آخَرَ ، قَوْلُهُ لِبَلَدٍ آخَرَ لَوْ قَالَ عَنْ بَلَدِهَا لَكَانَ أَوْلَى لأَنَّهُ يَحْرُمُ نَقْلُهَا خَارِجَ السُّوْرِ إِلَى مَحَلٍّ تُقْصَرُ فِيْهِ الصَّلاَةُ اهـ

(حاشية علي الشبراملسي على نهاية المحتاج, 6/168)

(فَرْعٌ) مَا حَدُّ الْمَسَافَةِ الَّتِيْ يَمْتَنِعُ نَقْلُ الزَّكَاةِ اِلَيْهَا؟ فِيْهِ تَرَدُّدٌ، وَالْمُتَّجِهُ أَنَّ ضَابِطَهَا فِي الْبَلَدِ وَنَحْوِهِ مَا يَجُوْزُ التَّرَخُّصُ بِبُلُوْغِهِ، ثُمَّ رَأَيْتُ حج مَشَى عَلَى ذَلِكَ فِيْ فَتَاوَيِهِ. فَحَاصِلُهُ اَنْ يَمْتَنِعَ نَقْلُهَا اِلَى مَكَانٍ يَجُوْزُ فِيْهِ الْقَصْرُ وَيَجُوْزُ اِلَى مَا لاَ يَجُوْزُ فِيْهِ الْقَصْرُ اهـ سم على منهج


Copyright © 2021 IASS

Sunday, July 9, 2023

SIAPAKAH YANG MENIATI ZAKAT

 




Siapakah yang meniati zakatnya anak angkat?


Jawabannya sebagai berikut:

Yang menafkahi misal bapak angkat nya


[ تجب الزكاة على الشخص عن نفسه، *وعمن تلزمه نفقته من المسلمين* (1) ، إذ المعروف في قواعد الفقه أن: كل من تلزمه نفقته من المسلمين تلزمه فطرته. ويستثنى من هذه القاعدة الابن، فلا يلزم بفطرة زوجة أبيه حال إعسار الأب، وإن وجبت نفقتها عليه لإعسار الأب، لأن النفقة واجبة على الأب مع إعساره فيتحملها عنه ابنه، بخلاف الفطرة، فليست واجبة عليه مع إعساره فلا يتحملها عنه ابنه.


REFERENSI 

[درية العيطة، فقه العبادات على المذهب الشافعي، ١٣٨/٢]

Monday, June 5, 2023

APAKAH ANAK YANG YATIM KAYA WAJIB MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH, BAGAIMANA KAH?

 MWC.NUGAR.ANZAAY


Assalamu'alaikum para guru ustad / ustadzah maaf mau nnya,, apakah anak yatim yang ditinggalkan harta banyak itu diwajibkan mengeluarkan zakat? Apakaha ada dasarnya yang menunjukkan si anak yatim yg ditinggalkan harta banyak itu wajib mengeluarkan zakat secara mutlak ? 🙏

Jawabannya sebagai berikut dibawah ini 

 Waalaikum salam

Pendapat yg mu'tamad tetap wajib zakat,

ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّ الزَّكَاةَ تَجِبُ فِي مَال كُلٍّ مِنَ الصَّغِيرِ وَالْمَجْنُونِ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى، وَهُوَ مَرْوِيٌّ عَنْ عُمَرَ، وَابْنِهِ، وَعَلِيٍّ وَابْنِهِ الْحَسَنِ، وَعَائِشَةَ، وَجَابِرٍ، وَبِهِ قَال ابْنُ سِيرِينَ وَمُجَاهِدٌ، وَرَبِيعَةُ، وَابْنُ عُيَيْنَةَ، وَأَبُو عُبَيْدٍ وَغَيْرُهُمْ. وَاسْتَدَلُّوا بِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلاَ مَنْ وَلِيَ يَتِيمًا لَهُ مَالٌ فَلْيَتَّجِرْ فِيهِ، وَلاَ يَتْرُكْهُ حَتَّى تَأْكُلَهُ الصَّدَقَةُ (1) وَالْمُرَادُ بِالصَّدَقَةِ الزَّكَاةُ الْمَفْرُوضَةُ؛ لأَِنَّ الْيَتِيمَ لاَ يَخْرُجُ مِنْ مَالِهِ صَدَقَةُ تَطَوُّعٍ، إِذْ لَيْسَ لِلْوَلِيِّ أَنْ يَتَبَرَّعَ مِنْ مَال الْيَتِيمِ بِشَيْءٍ؛ وَلأَِنَّ الزَّكَاةَ تُرَادُ لِثَوَابِ الْمُزَكِّي وَمُوَاسَاةِ الْفَقِيرِ، وَالصَّبِيُّ وَالْمَجْنُونُ مِنْ أَهْل الثَّوَابِ وَأَهْل الْمُوَاسَاةِ عَلَى مَا قَال الشِّيرَازِيُّ، وَبِأَنَّ الزَّكَاةَ حَقٌّ يَتَعَلَّقُ بِالْمَال، فَأَشْبَهَ نَفَقَةَ الأَْقَارِبِ وَأُرُوشَ الْجِنَايَاتِ وَقِيَمَ الْمُتْلَفَاتِ

Adapun yg harus mengeluarkan dari hartanya anak kecil tadi adalah walinya, jika tidak di zakati hartanya sewaktu masa kecil maka wajib di waktu baligh mengeluarkan zakat yg sudah tertinggal,

ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّ الزَّكَاةَ تَجِبُ فِي مَال كُلٍّ مِنَ الصَّغِيرِ وَالْمَجْنُونِ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى، وَهُوَ مَرْوِيٌّ عَنْ عُمَرَ، وَابْنِهِ، وَعَلِيٍّ وَابْنِهِ الْحَسَنِ، وَعَائِشَةَ، وَجَابِرٍ، وَبِهِ قَال ابْنُ سِيرِينَ وَمُجَاهِدٌ، وَرَبِيعَةُ، وَابْنُ عُيَيْنَةَ، وَأَبُو عُبَيْدٍ وَغَيْرُهُمْ. وَاسْتَدَلُّوا بِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلاَ مَنْ وَلِيَ يَتِيمًا لَهُ مَالٌ فَلْيَتَّجِرْ فِيهِ، وَلاَ يَتْرُكْهُ حَتَّى تَأْكُلَهُ الصَّدَقَةُ (1) وَالْمُرَادُ بِالصَّدَقَةِ الزَّكَاةُ الْمَفْرُوضَةُ؛ لأَِنَّ الْيَتِيمَ لاَ يَخْرُجُ مِنْ مَالِهِ صَدَقَةُ تَطَوُّعٍ، إِذْ لَيْسَ لِلْوَلِيِّ أَنْ يَتَبَرَّعَ مِنْ مَال الْيَتِيمِ بِشَيْءٍ؛ وَلأَِنَّ الزَّكَاةَ تُرَادُ لِثَوَابِ الْمُزَكِّي وَمُوَاسَاةِ الْفَقِيرِ، وَالصَّبِيُّ وَالْمَجْنُونُ مِنْ أَهْل الثَّوَابِ وَأَهْل الْمُوَاسَاةِ عَلَى مَا قَال الشِّيرَازِيُّ، وَبِأَنَّ الزَّكَاةَ حَقٌّ يَتَعَلَّقُ بِالْمَال، فَأَشْبَهَ نَفَقَةَ الأَْقَارِبِ وَأُرُوشَ الْجِنَايَاتِ وَقِيَمَ الْمُتْلَفَاتِ

Ada juga yang tidak mewajibkan anak kecil membayar Zakat, seperti kata said bin misabbib, abu wail, dan nakhaiyyuh, dan dari madzhab abu Hanifah.

وَقَال سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ: لاَ يُزَكِّي حَتَّى يُصَلِّيَ وَيَصُومَ، وَقَال أَبُو وَائِلٍ، وَالنَّخَعِيُّ، وَسَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ وَالْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ: لاَ زَكَاةَ فِي مَال الصَّبِيِّ، وَذَهَبَ أَبُو حَنِيفَةَ وَهُوَ مَرْوِيٌّ عَنْ عَلِيٍّ وَابْنِ عَبَّاسٍ إِلَى أَنَّ الزَّكَاةَ لاَ تَجِبُ فِي مَال الصَّغِيرِ وَالْمَجْنُونِ، إِلاَّ أَنَّهُ يَجِبُ الْعُشْرُ فِي زُرُوعِهِمَا وَثِمَارِهِمَا، وَزَكَاةُ الْفِطْرِ عَنْهُمَا.

وَاسْتُدِل لِهَذَا الْقَوْل بِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُونِ الْمَغْلُوبِ عَلَى عَقْلِهِ حَتَّى يُفِيقَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ (1) .

وَلأَِنَّهَا عِبَادَةٌ، فَلاَ تَتَأَدَّى إِلاَّ بِالاِخْتِيَارِ تَحْقِيقًا لِمَعْنَى الاِبْتِلاَءِ، وَلاَ اخْتِيَارَ لِلصَّبِيِّ وَالْمَجْنُونِ لِعَدَمِ الْعَقْل، وَقِيَاسًا عَلَى عَدَمِ وُجُوبِهَا عَلَى الذِّمِّيِّ لأَِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْل الْعِبَادَةِ، وَإِنَّمَا وَجَبَ الْعُشْرُ فِيمَا يَخْرُجُ مِنْ أَرْضِهِمَا لأَِنَّهُ فِي مَعْنَى مُؤْنَةِ الأَْرْضِ، وَمَعْنَى الْعِبَادَةِ فِيهِ تَابِعٌ (2) . وَمِمَّا يَتَّصِل بِهَذَا زَكَاةُ مَال الْجَنِينِ مِنْ إِرْثٍ أَوْ غَيْرِهِ، ذَكَرَ فِيهِ النَّوَوِيُّ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ طَرِيقَيْنِ وَالْمَذْهَبُ أَنَّهَا لاَ تَجِبُ، قَال: وَبِذَلِكَ قَطَعَ الْجُمْهُورُ؛ لأَِنَّ الْجَنِينَ لاَ يُتَيَقَّنُ حَيَاتُهُ وَلاَ يَوْثُقُ بِهَا، فَلاَ يَحْصُل تَمَامُ الْمِلْكِ وَاسْتِقْرَارُهُ، قَال: فَعَلَى هَذَا يَبْتَدِئُ حَوْل مَالِهِ مِنْ حِينِ يَنْفَصِل.

Sunday, April 30, 2023

NISAB ZAKAT KAMBING

 


Mohon tanya yai, bagaimana cara menghitungnya zakat mal misal kita jual beli ternak kambing, apakah menghitungnya dari omzet 1 thn atau laba 1 thn, apakah kambingnya juga d keluarkan zakat mal ya krn sdh masuk jumlah  nishobnya, dg catatan kambingnya keluar masuk (jual beli)

Nishab Zakat Kambing: 


Permulaan nisab kambing 40 ekor zakatnya adalah 1 ekor biri-biri (domba) yang telah tanggal gigi serinya (boleh juga yang berumur 1-2 tahun meskipun belum copot gigi serinya) atau 1 ekor kambing betina yang telah tanggal gigi serinya (boleh juga yang berumur 2-3 tahun meskipun belum tanggal gigi serinya). Untuk 121 ekor kambing zakatnya 2 ekor biri-biri (dengan keadaan gigi atau umur seperti di atas). 201 kambing zakatnya 3 ekor biri-biri (dengan keadaan gigi atau umur seperti di atas). Kemudian untuk seterusnya bagi tiap-tiap 100 ekor zakatnya 1 ekor biri-biri (dengan keadaan gigi atau umur seperti di atas).


Dua orang yang berserikat (memiliki kambing) mengeluarkan zakat (kambingnya) dengan 7 macam syarat: 1. Jika tempat menyimpan ternak itu satu; 2. tempat melepasnya satu; 3. tempat menggembalanya satu; 4. pejantannya satu; 5. tempat minumnya satu; 6. pemerahnya satu; 7. tempat pemerahnya satu.


Kitab Fathul Qorib bab zakat

أبو شجاع أحمد بن الحسين بن أحمد الأصفهاني

Wednesday, April 19, 2023

SIAPAKAH YANG MENIATI ZAKAT ANAK ANGKAT

BUBOS SPENTWOGAR 

Siapakah yang meniati zakatnya anak angkat?

Jawabannya sebagai berikut:

. Yang menafkahi misal bapak angkat nya

[ تجب الزكاة على الشخص عن نفسه، *وعمن تلزمه نفقته من المسلمين* (1) ، إذ المعروف في قواعد الفقه أن: كل من تلزمه نفقته من المسلمين تلزمه فطرته. ويستثنى من هذه القاعدة الابن، فلا يلزم بفطرة زوجة أبيه حال إعسار الأب، وإن وجبت نفقتها عليه لإعسار الأب، لأن النفقة واجبة على الأب مع إعساره فيتحملها عنه ابنه، بخلاف الفطرة، فليست واجبة عليه مع إعساره فلا يتحملها عنه ابنه.


REFERENSI 

[درية العيطة، فقه العبادات على المذهب الشافعي، ١٣٨/٢]

Tuesday, April 18, 2023

PENJELASAN ZAKAT DALAM KITAB FATHUL QORIB

 



PENGERTIAN ZAKAT


Fathul Qorib mujib:

وهي

لغة النماء، وشرعًا اسم لمَالٍ مخصوص يُؤخذ من مال مخصوص، على وجه مخصوص، يصرف لطائفة مخصوصة.

Secara bahasa, zakat berarti tumbuh berkembang. Secara syariat, zakat

adalah istilah untuk harta khusus yang diambil dari harta tertentu

berdasarkan pertimbangan tertentu dan disalurkan hanya kepada pihak-

pihak tertentu.


(وتجب الفطرة) أي زكاة الفطر. سميت بذلك لان وجوبها به.


Wajib Zakat Fitrah


Disebut zakat fitrah, ( zakat berbuka puasa  ) sebab diwajibkannya karena  telah berbuka puasa akhir romadlon.


انها طهرة للصائم من اللغو والرفث

Bahwa zakat fitrah itu membersihkan orang puasa daripada sis sia dan keji (zina) hadis shohih.


fathul muin juz hal 17.


MACAM MACAM  ZAKAT


1. Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul

Fitri pada bulan Ramadhan.

2. Zakat Maal (Zakat Harta), zakat kekayaan tertentu yang harus

dikeluarkan dalam jangka satu tahun sekali yang sudah memenuhi nishab.


Jenis dan kadar zakat fitrah :

1. Berupa bahan makanan pokok daerah tersebut (bukan uang)

2. Sejenis. Tidak boleh campuran

3. Jumlahnya mencapai satu Sho' untuk setiap orang. ( 1 Sho' = 4 mud)

4. Diberikan di tempatnya orang yang dizakati.


UKURAN 1 SHO'


1 Sho' Beras putih menurut Dr Wahbah Zuhaili 2,751 Kg, Menurut KH

Ma'shum Bin Ali 2, 720 Kg.


ZAKAT FITRAH DENGAN UANG


Menurut Syafi'iyyah Membayar zakat fitrah dengan uang tidak

diperbolehkan, sedangkan menurut Hanafiyyah diperbolehkan. Namun

dilapangan, banyak masyarakat yang membayar zakat dengan uang,

bagi Amil harus menerangkan prosedur membayar zakat fitrah antara madzhab syafi'i dan Hanafi.


فقه الاسلامى الجزء الثالث ص ۲۰۴۶ :

دفع القيمة عندهم لا يجزئ عند الجمهور إخراج القيمة عن هذه الأصناف، فمن

أعطى القيمة لم تجزئه، لقول ابن عمر: فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم

صدقة الفطر صاعاً من تمر، وصاعاً من شعير»


رد المختار الجزء الثاني ص : 286

) وجاز دفع القيمة في زكاة وعشر وخراج وفطرة ونذر وكفارة غير الإعتاق )

وتعتبر القيمة يوم الوجوب وقالا يوم الأداء . وفي السوائم يوم الأداء إجماعا وهو

الأصح ويقوم في البلد الذي المال فيه ولو في مفازة ففي أقرب الأمصار إليه فتح

الموسوعة الفقهية الجزء الثالث والعشرون ص: 243

( نوع الواجب ) : 12 - ذهب الحنفية إلى أنه يجزئ إخراج زكاة الفطر القيمة

من النقود وهو الأفضل أو العروض لكن إن أخرج من البر أو دقيقه أو سويقه

أجزأه نصف صاع وإن أخرج من الشعير أو التمر أو الزبيب فصاع لما روى ابن

عمر رضي الله تعالى عنهما قال “كان الناس يخرجون على عهد رسول الله صلى

الله عليه وسلم صاعا من شعير أو تمر أو سلت أو زبيب” قال ابن عمر فلما كان

عمر وكثرت الحنطة جعل عمر نصف صاع حنطة مكان صاع من تلك الأشياء .

•------------

فرع ولا تجزئ قيمة ولا معيب ومسوس، ومبلول ، ای الا انجف وعا لصلاحية الاد خار والاقتيات،  ولا اعتبار لاقياتهم المبلول ، الا ان فقدو ا غيره فيجوز


CABANG

zajat fitrah belum cukup bila dikeluarkan dalam bentuk 

 #UANG seharganya,

 #BARANG YANG CACAT,

   #YG TERMAKAN BUBUK,

   #atau yg BASAH

   kecuali bila telah kering  kembali dan menjadi kuat disimpan  serta patut dimakan, kebiasaan makan makanan pokok masih basah tidak bisa dipakai ukuran , kecuali bila telah tidak diperoleh selain yg basah  maka boleh digunakan zakat fitrah.

Fathul muin juz 2 hal 23

----------------


PROSEDUR  MEMBAYAR  ZAKAT FITRAH DENGAN UANG ALA  MADZHAB HANAFI.


Mengeluarkan uang senilai harga 3.8 kg kurma yang berkualitas di daerah masing-masing disertai niat dan bimbingan dari amil.


Contoh: Kurma per kg = Rp30.000

Zakat = Rp30.000 x 3.8 kg

= Rp114.000


قفه الاسلامى الجزء الثاني ص: 909-910

قال الحنفية تجب زكاة الفطر من أربعة أشياء الحنطة والشعير والتمر

والزبيب وقدرها نصف صاع من حنطة أو صاع من شعير أو تمر أو زبيب

والصاع عند أبي حنيفة ومحمد ثمانية أرطال بالعراقي، والرطل العراقي

مئة وثلاثون درهماً، ويساوي 3800 غراماً؛


PROSEDUR  MEMBAYAR  ZAKAT FITRAH DENGAN UANG ALA  MADZHAB SYAFII.


Amil atau pengelola zakat semisal LAZISNU menyediakan paket beras

yang berkualitas (per paket berisi 2.75 kg); Dibeli oleh_muzakki,

Dikeluarkan sebagai zakat fitrahnya disertai niat dan bimbingan dari amil.



SUMBER LBM WARU.

SEMOGA BERMANFAAT

 
Copyright © 2014 anzaaypisan. Designed by OddThemes